PATRIOTRAYA.COM: Pernyataan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang saat menjadi narasumber “Harga Sebuah Perkara” di stasiun TV One pada Kamis (5/5) membuat berang Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI). Pernyataan Saut itu dibahas serius dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) III Majelis Nasional KAHMI di Purwakarta pada 4-6 Mei 2016.

Rakornas III KAHMI yang diikuti oleh 500 (lima ratus) orang peserta dari Majelis Nasional, Wilayah dan Daerah KAHMI menegaskan, penyebutan HMI dalam konteks pembicaraan Saut Situmorang telah merugikan nama baik HMI. Saut dinilai telah melakukan generalisasi bahwa kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang sudah mengikuti Latihan Kader (LK I) melakukan korupsi.

Rakornas yang dipimpin oleh lima (5) pimpinan sidang; Muhammad Marwan, Reni Marlinawati, Subandriyo, Manimbang Kahariadi, dan Lukman Malanuang menilai, pernyataan Saut Situmorang sangat tendensius dan merupakan pembunuhan karakter serta mendeskreditkan HMI.

"Pernyataan tersebut sangat tidak pantas dilakukan oleh pejabat publik selaku aparat penegak hukum," tulis rilis yang diterima patriotraya.com

Oleh karena itu, forum Rakornas KAHMI menuntut Saut Situmorang segera meminta maaf kepada HMI melalui media massa cetak dan elektronika nasional selama 5 hari berturut-turut. Kedua, forum Rakornas KAHMI juga mendesak Saut Situmorang mundur dari jabatan pimpinan KPK.

"KAHMI akan menempuh berbagai upaya kepada Saut Situmorang. Kami akan melaporkannya ke Majelis Kode Etik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menempuh upaya hukum serta melaporkan ke Mabes POLRI."

Demikin rilis pernyataan sikap KAHMI yang berlangsung di Hotel Kota Bukit Indah Plaza Purwakarta, Jawa Barat pada Rabu-Jum’at 4-6 Mei 2016. Rilis ditandatangani di Purwakarta, pada Jumat (6/5) pada Pukul 11.30 WIB. RED

Nasional

Menperin: Tak Ada PHK, Justru Tambah Lapangan Kerja

PATRIOTRAYA.COM. Di tengah isu pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran, kemarin Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mendatangi PT Asahimas Chemical di Cilegon, Banten. Bersama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani,

Read more ...
 

Ribuan Pengemudi Taksi Konvensional Demo Bubarkan Taksi Aplikasi

PATRIOTRAYA.COM: Ribuan pengemudi taksi dari berbagai perusahaan di Jakarta, hari ini Selasa (22/3/2016) menggelar aksi demonstrasi menuntut taksi aplikasi ditutup. Selain taksi, para pengemudi kendaraan plat kuning lainnya ikut meramaikan aksi tersebut.

Read more ...
 

Hutan Kebakaran Lagi, Terulang Lagi

PATRIOTRAYA.COM: Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di beberapa provinsi di Indonesia. Tahun lalu, 2015, Karhutla juga terjadi, bahkan menyita perhatian negara tetangga. Kini, 2016, Karhutla kembali terjadi. Ada apa sebenarnya?

Read more ...