PATRIOTRAYA.COM: Perayaan Tahun Baru Imlek 2567 di Lindeteves Trade Centre, Hayam Wuruk, Jakarta, pada Minggu (21/2/2016) berlangsung meriah. Beragam kegiatan dan atraksi dipertontonkan dalam perayaan Cap Go Meh itu. Di antaranya pawai budaya Nusantara seperti

Gotong Toa Pe Kong, pasangan Koko dan Cici, Barongsai, Liong, Kie Lin, Marching Band, Reok Ponorogo, Ondel-ondel, Sisingaan, Rebana Biang, Tanjidor, Mobil Hias dan Kesenian Nusantara lainnya.

Hadir dan membuka acara ini Menteri Koordidnator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani. Kepada masyarakat Tionghoa Indonesia, menteri asal PDIP ini mengaku bangga dan sangat antusias bisa hadir dan membuka Karnaval Cap Go Meh.

"Kehadiran masyarakat Tionghoa beserta budayanya sejak berabad-abad lalu telah memperkaya khasanah budaya Nusantara. Hingga kini, perayaan Imlek maupun Karnaval Cap Go Meh bukan hanya tertutup bagi masyarakat Tionghoa saja tapi juga telah melibatkan berbagai etnis lain yang eksis di Nusantara," kata Puan Maharani, dalam sambutannya.

Turut hadir juga Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ade Komarudin, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Ketua dan Pengurus Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia, dan Ketua Panitia Penyelenggara Charles Honoris.

Melanjutkan sambutannya, Menko Puan mengingatkan kembali bahwa bangsa Indonesia memiliki potensi yang luar biasa, baik dari segi sumber daya manusia maupun alamnya. Kata dia, potensi tersebut haruslah dimaksimalkan agar kita menjadi bangsa yang mampu bersaing dan menjadi bangsa yang unggul. 

"Indonesia juga memiliki keragaman yang sangat luar biasa. Maka keragaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sudah seharusnya dikelola menjadi energi yang positif. Untuk menuju tata kehidupan yang maju dan modern," ujarnya.

Menteri Puan mengajak semua komponen bangsa untuk selalu memelihara dan menjaga keberagaman sebagai modal untuk membangun generasi muda yang berkualitas dan kompetitif dalam menghadapi bangsa-bangsa lain di dunia. Terlebih, pada tahun 2016 ini, Indonesia dihadapkan pada berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN.

"Tidak ada pilihan lain, kecuali kita berbenah diri, melalui pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional, menjadi bangsa yang toleran, ramah dan santun, dengan alamnya yang harus tetap terpelihara. Marilah kita berubah untuk lebih maju, namun dengan menjaga martabat dan jati diri bangsa," tandasnya.

Dalam menghadapi situasi persaingan global, Puan mengajak umat Tionghoa dan seluruh umat beragama untuk terus meningkatkan pembinaan internal umat masing-masing, meningkatkan silaturahmi, merajut kebhinnekaan dan menjalin persaudaraan. Sehingga dengan berbagai pengalaman dan tantangan yang telah dialami selama ini bisa berusaha dengan sekuat tenaga untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Perayaan Cap Go Meh merupakan contoh implementasi nilai-nilai integritas, etos kerja dan gotong royong sehingga mampu mempersatukan berbagai lapisan masyarakat maupun budaya yang ada," kata Puan.Tidak lupa, dalam kesempatan itu, Puan mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek 2567 Kongzili kepada seluruh umat Tionghoa di mana saja berada. Kepada pengurus MATAKIN, para Tokoh Tionghoa dan seluruh umat Tionghoa di mana saja berada, Puan mengajak untuk bersyukur hidup dalam kedamaian dan aman dj Indonesi. HAS

Nasional

KAHMI Tuntut Saut Situmorang Mundur dari Pimpinan KPK

PATRIOTRAYA.COM: Pernyataan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang saat menjadi narasumber “Harga Sebuah Perkara” di stasiun TV One pada Kamis (5/5) membuat berang Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI). Pernyataan Saut itu dibahas serius dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) III Majelis Nasional KAHMI di Purwakarta pada 4-6 Mei 2016.

Read more ...
 

Ikaluin Bekasi Raya: Tuty Alawiyah Sosok Tawadhu, Semangatnya Patut Ditiru

PATRIOTRAYA.COM: Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Tuty Alawiyah telah menghembuskan nafas rabu (4/5) di RS MMC Jakarta. Tampak kehilangan dari seluruh masyarakat muslim Indonesia.

Read more ...
 

Menperin: Tak Ada PHK, Justru Tambah Lapangan Kerja

PATRIOTRAYA.COM. Di tengah isu pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran, kemarin Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mendatangi PT Asahimas Chemical di Cilegon, Banten. Bersama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani,

Read more ...