PATRIOTRAYA.COM: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bekasi meliris jumlah janda di daerahnya. Hingga awal 2016, jumlah janda yang terdata mencapai 85.305 jiwa. Dari data itu, sebanyak 35.155 di antaranya adalaj janda hasil perceraian

dan sisanya janda ditinggal mati suami.

Kepala Bidang Kependudukan Dukcapil Kabupaten Bekasi, Meman Sulaeman mengatakan, angka perempuan berstatus janda tergolong tinggi di Kabupaten Bekasi. Dia memprediksikan data tersebut akan terus meningkat.

“Tingginya jumlah status janda di Kabupaten Bekasi karena ditinggal mati suami, sisanya karena perceraian,” ujarnya.

Menurut Meman, dari puluhan ribu janda itu, rata-rata usianya antara 25 tahun hingga 50 tahun. Perempuan berstatus janda itu tersebar merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Bekasi.

“Setiap hari pasti ada saja data yang masuk untuk sekadar mengubah status dari menikah menjadi janda, belum lagi janda yang belum melaporkan,” katanya.

Meman menduga, pernikahan dini menjadi pemicu banyaknya janda karena kasus perceraian. Dia menambahkan, angka  janda muda yang banyak, rata-rata karena perceraian.

"Jadi mereka nikah dini akibat belum matang menjalani rumah tangga dan berakhir pada perceraian,” tukas Meman.

Angka kenaikan jumlah janda yang tinggi ini harus menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Bekasi. Termasuk mencari tahu perceraian mereka dan langkah solutif yang harus diambil Pemkab Bekasi untuk menurunkan angka janda. RED

Kab. Bekasi

Lokalisasi PSK Pasar Seng Makin Subur

PATRIOTRAYA.COM: Lokalisasi wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) di Pasar Seng, Kampung Keramat, Kecamatan Cikarang Utara makin subur saja. Terlebih lagi, konon, PSK eks lokalisasi Kalijodo, Jakarta Utara ikut meramaikan dunia gemerlap di wilayah Kabupaten Bekasi ini.

Read more ...
 

PSK Pasar Seng Tak Kapok Dirazia

PATRIOTRAYA,COM: Pertumbuhan lokalisasi Pekerja Seks Komersil (PSK) Pasar Seng, Kampung Kramat yang makin subur, tidak saja membuat masyarakat sekitar prihatin, tapi juga aparatur Kecamatan Cikarang Utara. Soalnya, pihak kecamatan mengaku belum bisa menindak langsung bisnis haram tersebut.

Read more ...
 

Nikah di Luar Jam Kerja Bayar Rp600.000

PATRIOTRAYA.COM: Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bekasi memberlakukan peraturan baru tentang nikah dan rujuk di Kabupaten Bekasi. Yaitu, nikah dan rujuk di luar jam kerja dan bukan dilaksanakan di Kantor Urusan Agama (KUA) dikenakan biaya sebesar Rp600.000.

Read more ...